Powered by Langgeng Perkasa Group

Penerapan SMK3

6 Kesalahan saat Penerapan SMK3 yang paling umum

Tujuan penerapan SMK3 atau Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah agar terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Kami merangkum beberapa tips implementasi SMK3 dan kesalahan yang bisa dihindari.

Kesalahan Umum Ketika Menjalani Sistem Manajemen K3

Tidak melibatkan pekerja

Melibatkan karyawan atau pekerja dalam implementasi SMK3 adalah hal penting. Kesalahan ini dapat menghambat pelaksanaannya karena pekerja memiliki wawasan dan pandangan tentang risiko yang dapat membantu mengidentifikasi bahaya dan mengetahui langkah-langkah untuk meminimalisir risiko.

Komunikasi yang Kurang Jelas

Berkomunikasi mengenai prosedur keselamatan dan ekspektasi dapat mengurangi kebingungan di antara pekerja dan mengurangi miskomunikasi agar terciptanya Sistem Manajemen K3 yang efektif.

Kurangnya Pelatihan K3 yang Memadai

Tanpa pelatihan K3 atau training k3 yang tepat, pekerja mungkin tidak memahami risiko dan langkah keselamatan yang harus diambil. Pelatihan harus berkelanjutan dan mencakup berbagai topik, termasuk identifikasi bahaya, penggunaan APD, respons darurat, dan topik lain yang mencakup keselamatan kerja untuk penerapan yang efisien.

Prosedur yang Tidak Sesuai dalam Penerapan SMK3

Kebijakan dan prosedur yang tidak sesuai dengan keadaan sesungguhnya dapat mengakibatkan kebingungan dan kegagalan dalam penerapan Sistem Manajemen K3. Kebijakan dan prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja harus dibuat relevan dan mudah dimengerti.

baca juga Strategi Meningkatkan Grade Kriteria SMK3 di Perusahaan

Mengabaikan Identifikasi dan Penilaian Risiko yang Komprehensif

Identifikasi risiko secara menyeluruh mengurangi risiko terjadinya potensial bahaya termasuk menghindari insiden yang tidak diinginkan. Begitu juga mengabaikan asesmen risiko yang mempertimbangkan dampak dan kemungkinan terjadinya insiden dapat mengarah pada prioritas yang salah dalam menghadapi risiko yang terjadi dalam lingkungan kerja.

Tidak Melakukan Pemantauan dan Evaluasi SMK3 Secara Berkala

SMK3 adalah proses dinamis yang perlu ditinjau dan diperbaiki secara teratur. Kesalahan serius terjadi ketika Sistem Manajemen K3 dianggap hanya perlu dilakukan sekali dan tidak melakukan evaluasi secara berkala. Organisasi harus secara rutin memantau, melakukan audit, dan mengevaluasi jika ada harus ada pembaruan agar SMK3 tetap relevan dan efektif.

Demikian beberapa tips contoh penerapan SMK3 yang benar. Yuk, cari tau lebih banyak mengenai Sistem Manajemen K3 melalui akun media sosial kami!

baca juga Sertifikasi SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

1 thought on “6 Kesalahan saat Penerapan SMK3 yang paling umum”

  1. Pingback: Cek disini biaya audit K3 Kemnaker tahun 2024

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Diskusi dengan kami
Diskusi langsung dengan kami via Chat Whatsapp